Senin, 26 Maret 2012

tempat itu hati.

aku melihatnya nyata, aku mendengarnya nyata, aku melihat dan mendengarkan ia benar-benar nyata berbicara, berbisik, tertawa dan menangis dalam raganya sendiri.

hampir setiap waktu, hampir setiap hari dan hampir setiap saat dalam hitungan tahun aku melihat dan mendengarkan ia berbicara, ia berbisik, ia tertawa dan ia menangis ... aku melihat dan mendengarkan ia melakukan semua itu dalam tempat yang sama, tak pernah ada yang berbeda, mungkin hanya waktu nya saja yang berbeda...tapi dari awal hingga saat ini aku mengenalnya...aku selalu melihat dan mendengarkan ia melakukan semua hal itu pada tempat yang sama, hati.

 

 

 

 

ia berbicara dengan lembut dan bergairah...ia berbicara tentang apa pun yang ia rasa tanpa pernah memperdulikan keadaan sekeliling nya, terkadang ia berbisik, berbisik pada tempat yang selalu membuatnya nyaman, aku tak tahu apa yang tengah ia bisikkan. mungkin saja ia berbisik tentang sebuah rahasia yang tak ingin siapa pun mengetahuinya. aku pun tak bisa mendengarkan apa yang ia bisikkan, padahal aku berada di dekatnya.

aku melihatnya tertawa, tertawa lepas dan sangat bahagia....jujur jika aku boleh mimilih, aku ingin terus melihatnya tertawa...lepas dan bebas...ia tertawa dalam ceritanya...ntah apa yang membuatnya tertawa seperti itu, tapi yang aku tahu ia bahagia dalam cerita yang ia sampaikan pada tempat itu. tapi...aku benci...aku benci saat aku melihatnya menangis. ia menangis tanpa pernah ia mencoba untuk menceritakan pada tempat itu apa yang membuatnya menangis. aku melihat ia menangis dalam diam dan isak nya. aku benci melihat tetesan air itu jatuh dari dua mata indah nya...aku benci melihat tetesan air itu membasahi pipi nya yang selalu merona. aku ingin tahu oleh apa dan karena siapa ia menangis. tapi aku tak ingin ia tahu bahwa selama ini aku telah mengintip semua yang ia lakukan dalam dunia nya...aku tak mau keingin tahuan ku tentang tangisnya itu membuat aku pergi jauh dari nya.aku hanya bisa memohon dalam doa ku, memohon agar tetesan air itu hilang dari dua mata indahnya.

aku mencoba mengingat alunan indah suaranya saat berbicara menceritakan tentang cintanya...aku ingin tahu seperti apa sosok pangeran yang selalu memberinya cinta, sosok pangeran yang selalu ada dalam ceritanya pada tempat itu. dan aku baru sadar bahwa ternyata pangeran itu juga yang telah membuatnya menangis.

aku ingin memeluknya, menghilangkan tangisnya....aku ingin melihatnya tertawa lagi...aku ingin meminta dan memohon pada tempat itu agar mengunci diri nya rapat-rapat..aku tak ingin tempat itu ada dan terlihat lagi olehnya. aku ingin tempat itu benar-benar pergi jauh dari hidupnya....aku tak mau tempat itu menjadi sahabat untuknya lagi...aku tak mau tempat itu membiarkan ia menangis lagi...aku tahu ternyata dalam diamnya tempat itu lah yang menjadi satu-satu nya yang tahu apa yang membuat ia menangis. aku benci tempat itu, aku tak menginginkan keberadaannya......terlalu berharga air mata nya jika dibandingkan dengan tempat itu.

 

 

 

 

Senin, 19 Maret 2012

1 saja dari sejuta cinta mu.


Aku tercipta dalam rahim mu karena cintaNya
Aku terlahir karena cinta kasih mu
Aku menangis dan tertawa dalam cinta mu
Aku mengenal dunia melalui cinta kasih mu

Aku mulai bertanya, sebesar apa cinta yang kau punya ?
Sebesar kobaran api yang selalu membakar raga ?
Tidak bagi ku !!!
Api itu akan padam saat hujan menyiraminya
Sebesar matahari yang selalu menyinari dunia ?
Tidak bagi ku !!!
Matahari itu akan berganti rembulan saat malam telah menduduki singgasananya
Letih ku mencari persamaan besar cinta yang kau punya
Tapi…tak satu pun mampu beri ku jawaban


Seketika aku sadar…
Aku berpaling pada secercah cinta yang satu dan abadi
Dan ku yakin cinta itu mampu jawab Tanya ku

Jawaban pun akhirnya ku dapatkan
Kini aku tahu sebesar apa cinta mu..Wahai Ibu
Cinta mu tak pernah kering meski senantiasa kau berpanas terik
Cinta mu tak kan pernah mati kedinginan meski kau berada dalam kucuran hujan badai
Cinta mu tak kan pernah habis meski raga mu hangus dalam panggangan api

Ibu…begitu besar cinta mu
Ibu...begitu banyak cinta yang kau punya untuk ku anak mu
Dapatkah aku membalas satu cinta dari sejuta cinta mu ?









Minggu, 18 Maret 2012

sepenggal episode tentang dia.

dia mencintai mu dalam diam
dia mengagumi mu dalam desah nafas
dia memuja mu dalam rintih hati 
dan dia menghormati mu dalam tatap mata....

Dia selalu mencari tahu semua tentang mu, tak pernah sekali pun ia merasa bosan dan jenuh untuk mengotak atik semua yang berhubungan dengan kehidupan mu, dari orang-orang terdekat mu ia bisa tahu tentang mu dan hari-hari mu, namun terkadang ia sendiri yang membawa hati nya untuk mengetahui tentang mu. kau tak pernah tahu tentang semua yang telah ia lakukan, kau tak tahu betapa kuat nya ia menjadi pemuja mu, bahkan kau tak tahu bagaimana cara ia memuja mu. kau sempurna...itu katanya. kau hadir dalam hidupnya tanpa ia sadari, yang ia tahu saat ini kau menjadi pangeran dalam kanvas hatinya.

Awal nya dia sama sekali tak pernah mengenal mu, hingga suatu masa ntah kapan dan dimana waktu itu berhenti dan mempertemukan mu dengan nya. sampai saat ini dia masih melihat mu melalui hatinya, hatinya yang mencintaimu. kau dan dia tak pernah berinteraksi langsung, ada berbagai perantara yang menghubungkan kalian. selama dia mengenal mu, kau selalu acuh dan tak perduli, seolah kau tak pernah menganggapnya ada, bagi mu mungkin dia hanya soonggok daging mentah yang telah membusuk. jangan kan menyapa nya saat berpapasan, menoleh padanyas aja kau tak sudi. tapi dia tetap mencintai mu dalam diam.

Dia ingin sekali saja kau memberikan senyum mu padanya, pun saat ia tahu kau telah menjalin cinta dengan nya. dengan tegar dan keikhlasannya dia masih mendoakan kebahagiaan untuk mu dan cinta yang telah kau pilih. tapi....pagi itu dia seakan tak ingin bangun dari tidur panjangnya semalam, dia tak rela melihat kau terduduk lusuh di ujung gang itu, dari kejauhan dia hanya bisa melihat kau ditinggalkan oleh cinta mu, cinta mu pergi dengan cinta yang lain. kau kalah ! kau seperti orang bodoh saat itu ! dan dia menangis untuk mu. dia ingat betul saat kau melintas dihadapannya sambil menggenggam erat jemari cinta mu, seolah ingin menunjukkan pada dia bahwa kau telah memiliki cinta yang sempurna yang sesuai dengan kesempurnaan mu. hampir setiap saat kala itu kau mengumbar kemesraan mu dan cinta mu di hadapan dia, dan dia lagi-lagi mencoba tegar dan kuat walau dalam hati dia lemah. tapi dia tak pernah memperlihatkan kelemahannya pada mu.

lama kau dan dia tak pernah bersua...tiba-tiba kau hadir kembali dalam hidupnya, ntah dari celah mana kau bisa masuk menyusup dalam hidupnya. kini kau hadir dengan diri mu yang baru, diri mu yang mencoba mendekatinya, memperhatikannya dan menyayanginya. dia kembali merasakan cinta itu tumbuh mekar dalam jiwa nya....tapi indah yang kau beri tak kau biarkan bertahan lama untuk nya. kau pergi meninggalkan dia dalam luka, kau tak memperdulikannya, kau pergi jauh dari hidupnya. hingga saat itu dia tak tahu apa keinginan mu yang sesungguhnya.

dia telah mengubur cinta itu dalam-dalam.agar nanti jika bersua dengan mu kembali dia tak kan pernah bisa menggali cinta itu lagi.dia berharap cinta itu mati dengan puing-puing yang tak pernah bisa dirangkai lagi, melebur dalam waktu yang terluka. dia benar...kau kembali lagi ditemukan dengan dia. kau dan dia bertemu dalam ruang dan waktu yang telah benar-benar berbeda...ntah berapa lama kau dan dia terpisah....dia kini telah memiliki cinta yang tulus menerima segala kurang dan lebihnya.cinta yang tak pernah membiarkannya sendiri dan cinta yang tak pernah menganggapkan sebagai onggokan daging busuk. saat ini dia bahagia dengan cintanya. tapi kau...kau kini mendekatinya, kau menumpahkan segala gundah dihati mu padanya, kau memohon maaf atas kesalahn mu dahulu, kau mencoba memberikan dia pupuk dalam taman cintanya untuk mu...dan kau bangga dengan hal itu. kau salah besar !!!! dia memang menerima mu kembali, tapi tidak dengan cinta untuk mu !!! kau tahu seberapa dalam luka yang telah kau toreh kan untuknya ??? apa kau tahu seberapa sakit jiwanya karena keegoan dan kenaifan mu ??? kau tak tahu, dan kau tak pernah tahu itu. apa pernah kau tahu bahwa dahulu dia lah yang selalu membela mu dari orang-orang jahat itu, dia lah yang telah membuatkan laporan dan tugas-tugas yang seharusnya diembankan pada mu, dia lah yang selalu memberikan perhatian dan semangat pada mu saat kau jatuh dan gundah dalam dunia mu dan dia lah yang menolong mu saat kau ada dalam masalah keluarga mu...dia memang tak pernah memperlihatkannya pada mu, tapi hati dan cinta nya yang memperlihat kan itu pada mu. dan kau tak pernah tahu itu !!!! dan hingga saat ini dia tak pernah membenci mu....

kini...kau salah besar jika kau mencoba dan berharap untuk mendekatinya dan meminta nya untuk memilih mu...karena dia telah menemukannya cinta nya dalam hati yang lain, dan itu bukan hati mu !!!











Senin, 12 Maret 2012

dua puluh dua tahun dan Ayah

dua puluh dua tahun yang lalu aku masih merasakan hangatnya berbagi kasih dalam pelukan mu, kau peluk dan kau bimbing aku kemana pun kau pergi. Aku ingat betul cerita Bunda saat kau dan Kakek berselisih faham untuk memberikan nama pada gadis kecil mu ini, dan itu pun terjadi dua puluh dua tahun yang lalu.

Ayah...begitu banyak cerita yang ku punya tentang mu, dan karena banyaknya aku yakin suatu saat nanti aku tak kan mampu untuk mengingatnya satu persatu, hingga ku putuskan untuk mengukirnya pada tubuh-tubuh pohon tua yang ada disamping rumah tua kita, dan aku juga menulisnya pada helaian helaian kertas yang selalu ku bawa kemana pun aku pergi, aku juga membisikknya pada kumpulan hewan-hewan peliharaan yang kau punya dirumah, dan aku juga menanamnya pada seluruh bunga yang kau tanam dalam pot-pot bunga cantik pilihan mu itu, dan tak lupa aku juga mendendangkannya pada kicauan burung yang menemani ku setiap pagi datang. Ayah...semua itu ku lakukan agar suatu saat nanti aku bisa mengingat semua cerita dan semua kisah yang pernah ku lalui bersamamu..karena bagi ku semua cerita tentang mu dan aku adalah sejarah yang tak kan pernah bisa untuk dilupakan.

Ayah...usia ku kini telah genap dua puluh dua tahun, aku sudah dewasa Ayah....itu yang ku tahu saat ini. tapi ternyata tidak bagimu. bagi mu fisik ku memang telah dewasa, tapi tidak dengan pola fikir dan kematangan pribadiku. bagimu aku tetap putri kecil mu yang selalu akan tetap kau jaga dan kau lindungi hingga suatu saat nanti seseorang yang kau rasa pantas menggantikan posisi mu untuk menjaga dan melindungi ku datang, maka saat itu kau akan melepaskan ku.

Ayah...aku selalu bangga bisa memiliki Ayah seperti mu...sering aku mendapatkan pujian dari rekan sebaya ku tentang mu..bagi mereka kau adalah Ayah yang hebat, Ayah yang gagah, Ayah yang kuat, Ayah yang humoris dan Ayah yang terbaik....dan itu pun tak pernah aku pungkiri. Aku selalu bangga dengan semua yang ada didiri mu Ayah. Ayah...apa kau masih ingat saat aku sakit kau selalu setia mengantarkan ku untuk mendatangi dokter paling hebat agar aku bisa terlepas dari derita sakit yang kurasa, dengan sepeda motor tua mu kau antar aku kemana pun, saat sakit ku dan saat sehat ku. aku selalu senang bisa menunjukkan pada dunia bahwa aku bisa memiliki seorang Ayah seperti mu.

Ayah...ku akui kau memang terkadang lucu dengan tingkah mu yang sengaja kau lakukan untuk menghibur dan menyenangkan hati ku....saat bersama tak jarang kau memakai kerudung kepunyaan ku, terkadang kau juga memakai bandana  bergambar kupu-kupu warna merah jambu yang kupunya, semua itu kau lakukan untuk menggoda ku. Ayah...aku juga ingat saat kau seringkali meniup eskrim yang kau makan, dengan polosnya kau berkata " eskrimnya dingin...gigi Ayah ngilu dibuatnya ", dan aku pun menjawab " Ayah...gak ada orang yang makan eskrim itu ditiup Ayah, memangnya Ayah makan bakso ??? " sekali lagi kau hanya tersenyum, dan kita pun tertawa kembali Ayah.

Ayah...ayah ingat setiap kali lebaran tiba, Ayah selalu mewanti-wanti agar aku tak membeli pakaian yang tak layak untuk ku pakai sebagai seorang wanita. Ayah selalu melarang untuk tidak membeli pakaian yang ketat dan terbuka...dan hingga saat ini aku pun memang merasa nyaman dengan pakaian yang memang Ayah pilihkan untuk ku.

Ayah....saat ini yang aku tahu aku ingin membahagiakan mu....menggantikan mu mencari rezeki untuk keluarga kecil mu ini...aku ingin sekali memeluk tubuh kekar mu yang sekarang mulai ringkih...taapii....aku takut tangis ku pecah saat aku berada dalam pelukan mu.....

Ayah aku ingin jika saatitu tibaa....kau masih bisa menepati janji mu untuk menggandenga tangan ku menuju cita cita dan mimpi ku yang bahagia.....karena bagiku engkau dan Ibu sama penting nya Ayah....

ini aku dan Ayah .....
saat hari wisuda Ayah.....
banyak cerita yang kau ukir kala itu dengan ku Ayah...
Ayah....aku mencintai mu karena Allah.





Sabtu, 10 Maret 2012

Dia Jiwa



dia yang menjadikan raga ini hidup, dan
dia juga yang menjadikan raga ini mati
dia jauh..jauh dari pandangan pelupuk mata yang terbuka nganga
dia dekat...bahkan lebih dekat antara mata dan korneanya
dia hadir tanpa pernah pernah aku memintanya
dia pergi tanpa pernah aku mengusirnya.

dia indah...teramat indah dari indahnya pagi saat musim saljudia sejuk...teramat sejuk dari sejuknya udara pagi puncak gunung
dia menghangatkan saat dingin itu datang
dia mendinginkan saat hangat itu datang.


dia tak pernah bosan untuk menyelimuti raga ini 
dia tak pernah lelah untuk menjaga raga ini
dan dia tak pernah murka dengan raga ini

dia menenangkan...
dia menghangatkan...
dan dia menyatu dalam raga ini....
dia...
dia jiwa.

Jumat, 09 Maret 2012

aku dan kau dalam hujan

aku dan kau memiliki cerita dengan hujan itu
aku dan kau memiliki kisah dengan hujan itu
aku dan kau memiliki sejarah dengan hujan itu
cerita, kisah dan sejarah antara aku dan kau dalam hujan.....


hujan itu yang menuntun ku untuk menuju mu
hujan itu yang mengizinkan aku ada bersama mu
hujan itu yang membiarkan aku ada disamping mu
dan hujan itu pula yang memaksa ku untuk berlindung di balik dinding raga mu

hujan itu menjadi saksi bisu awal pertama aku dan kau satu
hujan itu menjadi saksi mata awal pertama aku dan kau bersama
dan hujan itu pula yang menjadi cerita, kisah dan sejarah antara aku dan kau
aku dan kau ada dalam hujan itu

aku ingin meletakkan cerita, kisah dan sejarah ini dalam bingkai gambar itu.
aku ingin menyalin cerita, kisah dan sejarah ini dalam kanvas putih itu.
aku ingin menggambar dan melukis cerita, kisah dan sejarah ini melalui apa pun yang dapat terlihat oleh semua mata.
tapi itu tak kan pernah ku lakukan....
karena aku ingin hanya Tuhan, aku dan kau saja yang tahu tentang cerita, kisah dan sejarah antara aku dan kau dalam hujan itu......






merindu.

aku merindukan mu bagaikan siang yang selalu digantikan malam
aku merindukan mu bagaikan panas yang selalu mengharapkan hujan
aku merindukan mu bagaikan lautan yang selalu memberikan debur ombak
aku merindukan mu bagaikan langkah kaki yang selalu ditemani bayang
aku merindukan mu bagaikan penglihatan yang membutuhkan dua kornea mata
aku merindukan mu bagaikan kodok yang meminta hujan 
dan aku merindukan mu bagaikan nafas yang mengartikan hidup


aku merindukan mu...
itu yang ingin ku sampaikan, aku mencoba menyampaikannya melalui bayu yang menyusup dalam tubuh mu dan aku yakin tak kan mungkin bisa kau rasakan.

aku merindukan mu...
itu yang ingin ku katakan, aku mencoba mengatakannya lewat suara yang tak kan mungkin dapat kau dengar.
aku merindukan mu...
itu yang ingin ku nyanyikan, aku mencoba menyanyikannya lewat nada yang sumbang, dan aku yakin kau tak kan menyukainya.

Tuhan....aku hanya ingin ia tahu aku merindukannya...
merindukan semua tentangnya...
tak pernah aku berharap lebih.
selain aku ingin ia tahu jika aku merindukannya...